Sisipan Hati

Senin, 10 September 2018

Tugas IIP #NHW4


TUGAS NHW4
Oleh : Ayu Arthuria R.

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Sejauh ini, tidak ada rencana mengubahnya jurusan ilmu, tapi dirasa saya memerlukan tambahan jurusan ilmu parenting dan pendidikan anak secara based on fitrah

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Masih berusaha konsisten dengan checklistannya Mba. Apalagi kalo ego pribadi udah kejar-kejaran sama kepentingan rutinitas harian, kadang suka cari alasan untuk delay dan skip. Tapi insyaAllah, sudah serius akan membuat perubahan sejak ikut IIP. InsyaAllah bisa jadi lebih baik.

c.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

Sebagai seorang ibu penting sekali menjadi otak finansial dan pengelola keuangan keluarga. Selain mengelola keuangan keluarga dan membantu mempersiapkan mimpi dan masa depan kelaurga. Kemampuan finansial planning juga bisa diterapkan jika nanti sang Ibu ingin berdikari membangun bisnis keluarga. Didukung dengan ilmu parenting dan pendidikan anak based on fitrah, peran Ibu akan  selalu menjadi penyemangat dan sumbu perapian bagi keluarganya.
Misi hidup : Inkubator dan Inspirator para pemimpin bangsa (Dimulai dari anak-anaknya)
Bidang : Financial Planning, Parenting dan Pendidikan Based on Fitrah
Peran : Inkubator sekaligus generator

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

Untuk menjadi ahli di bidang financial planning, parenting dan pendidikan anak, ilmu-ilmu yang harus saya persiapkan adalah :
1. Bunda Sayang : Pengasuhan, Kesehatan anak, Homeschooling, keterampilan menulis, parenting, pengasuhan anak, tumbuh kembang anak, manajemen pengelolaan diri (termasuk mengelola emosi), psikologi anak based on fitrah, ide memasak makanan rumah, ilmu edukasi bisnis untuk si kecil (mengasah kemandirian dengan cara perkenalan bisnis dan sistem berjualan)
2. Bunda Cekatan : Family Financial Planning (Manajemen keuangan keluarga) dan Investasi, Ilmu-ilmu seputar managemen (disiplin) waktu, seputar rumah tangga, ilmu ikhlas, komunikasi keluarga, Ilmu memulai bisnis dari rumah, fiqih suami istri, Manajemen konflik, dan kesehatan keluarga
3. Bunda Produktif : Membagi segmen menabung dan investasi (berdasarkan jangka : Jangka pendek, menengah dan jangka panjang, Berdasarkan Unit tujuan : tabungan jalan-jalan, kesehatan, pendidikan, tabungan hari tua), Melanjutkan bisnis yang sedang dijalankan dengan mengembangkan unit jualannya, Memulai starter dengan berbisnis berdasarkan hobi (unit usaha baru), 
4. Bunda Shaleha : Membuat Seminar edukasi finansial keluarga bersama ibu-ibu cluster, Ilmu gemar menabung untuk balita , Giat Bank Sampah demi kemandirian masyarakat, Edukasi seputar parenting dan pendidikan anak-anak di kalangan cluster dalam populasi terdekat

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Saya menetapkan KM 0 pada usia 29 th (saat ini, 2018). Saya mendedikasikan 4 jam waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan dan menuliskannya. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. Milestone yang saya tetapkan adalah sbb :

KM 0 – KM 1 (tahun 1, 2018) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Pembelajar
KM 1 – KM 2 (tahun 2, 2019) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3, 2020) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 (tahun 4, 2021) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
Sejauh ini belum ada yang perlu ditambah.

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Bismillah. Ayo bisa bisaaa!

Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Salam Ibu Profesional,

Senin, 20 Agustus 2018

Balasan Surat Cinta #NHW3


Sweet things to me :)

Tugas IIP @NHW3


Assalamualaikum wr wb...

Mamass sayaang..degdegan ga mau baca tulisan ini? Wkwkwk..tumben istri guee gitu nulis surat cinta ditengah-tengah jam kerja.

Say, ini kali pertama aku nulis surat cinta buat kamu.. Sebenarnya ini buat tugas IIP, tapi aku nulisnya tulus ko..Hehe... kenapa aku bilang pertama? Karena aku emang orangnya ga pernah ditahan-tahan kalo punya perasaan pasti ngomong, kangen ya bilang, sayang ya bilang.. ngambek doang ya ga bilang..hahhaa....jadi daripada nulis, jadi mending langsung bilang... you know me so well ma superhero <3 br="">
Sayang...kamu tau, waktu kamu berniat nikahin aku dulu aku sempat terbersit rasa ragu. Karena aku tau, aku tipe orang yang mengambil keputusan cepat. Asal orangnya punya karakter  baik dan sholeh, aku pasti ga pikir panjang.. karena buatku cinta itu bisa kita ciptakan bersama, dan rizki juga kita bisa cari bersama. Tapi untukku sifat dasar dan kesholehan itu lebih penting dari fisik dan materi. Tapi karena itu aku takut aku salah pilih orang.. Karena menikah buatku adalah konsekuensi seumur hidup. Buatku kesetiaan itu utama, dan sekali aku memilih, itu berarti untuk selamanya. Tuh kan nih udah mau mewek...
Ijab Qobul

Jadi waktu mau nikah, aku sebenarnya belum benar-benar mencintaimu sepenuhnya.. Tapi abis ijab qobul, aku seriously jatuh cinta..aku ngerasa momen itu the sweetest ever. Sedih ya happy yaa semua campur campur. The next when you touch me for the first time, ya Allah akuu melting, we officially married. Aku suka ngeliatin kamu kalo bobo mas, aku berterimakasih sama Allah sudah menakdirkan pertemuan kitaa, setelah kesekiannn banyak aku proses sama orang lain. Aku sekarang ini, merasa bersyukur dan faham kenapa Allah membersamakan kitaa... You complete me sayang :’)

Meski kadar romantisme kamu tipiiis, tapi kesetiaan dan kejujuran kamu yang membuat aku selalu bersyukur punya kamuu. Kamu pun mencintaiku secara sederhana dan apa adanya... meski aku tau banget, kalo ada laki2 lain di posisimu, mereka pasti punya niat berpaling karena aku dan karakterku dan sifat inner childku dan semua emosiku. Tapi kamu bertahan, kamu mau menyelesaikan pilihan yang sudah kamu ambil. Ya pilihan itu menikahiku, menikahi diriku spenuhnya, dengan semua paketanku...
Hikssss, sayaaaang aku mewek nihh. Aku sayang banget sama kamu.

Maaf kadang suka bikin rumah jadi kayak kapal pecah karena kecerewetanku yaa, maaf suka skip masaak setelah azlan hadir...sok sokan cari alesan cape...Tapi you there, you understand, dan kamu gampang banget orangnya untuk ga baper atau marah karena alesan sepele.

Inget ga say, perjuangan kita buat menghadirkan sosok lucu dirumah kitaa, kamu deeh yang paling tauu aku nangis bombay setiap awal menstruasi. Tapi you always support me, and mengingatkanku kepada Allah tentang makna rizki. Sampai akhirnya azlan lahir ditengah harapan dan kebahagiaan kita, dan yang paling penting rasa syukur kita setelah perjalanan kuret yang drama-drama lainnya.

Aku kalau marah sama kamu, selalu mengingatkan diriku sendiri aku juga jauh dari sempurna. Jadi wajar kalau orang berbuat kesalahan, bahkan misalnya berulang-ulang. Tapi maaf kadang kalau nyadarnya setelah repetan panjang ya sayyy, hiks ya Allah aku dosa banget sama kamuu karena mungkin aku terlalu sering dan hampir-hampir jadi istri yang kurang berbakti.

Udah 3.5 tahun nih yang..anak kita juga udah besar, ga kerasa yaa.. Makasih sudah mau menyamakan frekuensi hidup, mau bangun sepagi itu untuk membantuku beberes dan lain lain. Makasih mau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah dan sudah menjadi ayah yang baik. Aku tau kamu pasti lelah dan tidurmu pasti kurang ya sayang... Aku yakiiin, ga smua laki-laki diluar sana kayak kamu mau nyuciin dan sterilin botol susu Azlan.. Maaf kalo marah, aku suka lupaaa semua kebaikan itu dan baru menyesal setelahnya. Maafkan ada innerchildku yang belum tuntas, aku akan belajar menjadi seseorang yang lebih baik lagi insyaAllah..

Kamu meski ga suka baca buku, tapi kamu mau mendengar masukanku, dari nasehat pernikahan, parenting semua kamu dengarkan. Momen yang paling bikin aku bahagia ketika kamu berdua sama azlan dan aku melihat kamu menikmatinya. Kamu ga hanya bersamanya, tapi juga berkomunikasi dengan anak kita, bercanda, dan membacakan buku untuknya. Ikhlas, meski mungkin kamu lagi pusing tentang kerjaan dikantor.

Sekarang kamu tau kan, kenapa suka tiba-tiba aku peluk kamu kenceng..kamu tau itu aku lagi marahh sekali, tapi instead of i scream and remain silent, ternyata aku merasa lebih baik ketika aku meluk kamu. Amarahku perlahan surut dan cintaku bertambah sama kamu.

Say, please bilang kalau kamu merasa sakit, ketika kamu merasa tidak nyaman, mari kita pikul bersama rumah tangga ini.. Aku juga ingin selalu ada untukmu, hadir buatmu..pelipur laramu. Please bilang kalau masakanku g enak, aku akan belajar membuatnya supaya jadi lebih baik.

Say, maaf juga aku merepotkan mamamu, orang yang paling kamu sayangi dengan keberadaan azlan, maaf aku belom bisa dirumah jadinya membebani mama, dan membuat mama capek. Semoga suatu hari nanti aku bisa menjadi ibu seutuhnya ya mas. Terimakasih kamu sudah mau mengerti segala keputusanku dan mau mendukungku tanpa ada marah dan segala hal.

Mas, kamu tau..kamu lebihhhh banyak memahamiku daripada aku memahamimu. Maaf ya sayaang :’) I love you to the moon and the back. Please lead me to jannah, please lead me to become a sholehah wife and lead our children to grow sholih and sholihah.


Ini foto kita saat honeymoon 3 tahun lalu, saat kita masih kurus bersama.. Aku mau saat aku menua nanti, jari kita masih saling menggenggam bersama, dan masih romantis seperti hari ini. Masih sering bilang sayang..masih suka bercerita dan jalan-jalan.

Azlan sekarang tumbuh menjadi anak yang bahagia dan cerdas. Itu semua juga karena kamu banyak mambantuku membersamai dan merawat kotak cinta di hatinya. Aku ingin anak kita tumbuh dan membiarkan mereka berkembang. Terbang dan bermanfaat bagi banyak orang. Berbahagia dengan keluarga mereka. Tidak membebani hidup mereka, aku ingin kita berdua muda dan bersama kembali.. Hanya berdua pemeran utamanya. Menjalani rutinitas dan saling merawat bersama.
Terimakasih sayang sudah mau sharing bersama dan checklist tumbuh kembangnya dalam segala kondisi keterbatasan kita. Mudah-mudahan kita tidak menyianyiakan amanah dari Allah SWT.

Mas, aku mau kamu tau, aku akan menjaga kesetiaanku. Kekuatanku dan semangatku akan selalu aku nyalakan di dalam perapian keluarga kita. InsyaAllah kita akan membentuk keluarga yang kuat sehingga bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Semoga Allah menjadikan kita keluarga sakinah mawaddah warohmah ya mas.. my superhero. Aku ga akan ubah namamu diponselku sampai tua nanti, you are my real superhero.. And i know, i love you.



Wassalamualaikum wr wb

Tugas IIP #NHW2

Checklist Indikator profesionalisme
1. Sebagai individu
a. Bisa menyelesaikan smua amanah dan mampu mengontrol emotional/perasaan antara public area(kantor, lingkungan). Setiap hari membuat timeline what to do di pagi hari,dan membagi kriterianya menjadi public area dan private area.
b. Bisa sholat wajib tepat waktu, sunnah qobli ba'di dan dhuha tiap hari ituuu menurut sy profesionalisme sy secara pribadi pada tuhan.
c. Puasa senin kamis rutin itu is a must
d. Bisa tetap berprestasi dalam menyelesaikan projek-projek kantor secara outstanding. Dengan minimum target perbulan terkejar = 260.000.000
e. Bisa tetap menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga 3kali seminggu, dengan minimal olahraga ringan menjelang tidur
f. Bisa menyelesaikan 1 buku parenting dalam seminggu, dan 1 buku self enrichment 1 buku dalam 2 minggu
g. Belajar resep masakan di cookpad target 1 resep baru setiap minggu
h. Belajar tentang financial planning via kikau talk tiap pagi sebelum mulai kerjaa (Salah satu cara  supaya target NHW1 berhasil)
i. Latihan meditasi sambil dzikir untuk ketenangan setiap hari menjelang kerja.
j. Bisa punya tabungan bulanan untuk saving pendidikan dan rencana liburan dengan keluarga
k. Pada akhirnya bisa menyelesaikan tugas tugas dan amanah di IIP secara outstanding dan maksimal ituu udah warbiasaa bangeet.


2. Sebagai Istri
a. Menyiapkan pakaian berangkat kerja suami setiap malam menjelang tidur
b. Menyiapkan bekal makan paksuuami, sebelum berangkat kerja
c. Mengatur timeline ibadah yaumiyah bersama dan reminder target lain yang sudah disepakati bersama sebelum menikah
d. Bisa mengontrol emosi dan tidak membawa emosi di tempat kerja ketika bertemu suami. Salah satu caranya adalah ketika marah lebih baik diam dan memeluk suami. Itu sangat ampuh. Bahkan ketika marah dengan suami, memeluk dia adalah cara meredam ego dan emosi sy pribadi. Dan its work to me and to him.
e. Bisa reminder untuk sama2 fastabiqul khoirot dalam targer membaca buku. Membaca buku suami diganti dengan menonton youtub dr ustad tertentu (karena beliau tipe org yang auditori). Dan sharing hasilnya setiap minggu sambil disaaat pulang bersama menuju rumah.
f. Bisa reminder olahrga keluarga bersama tiap weekend
g. Selalu ingatkan suami untuk birul walidain sm orgtua dengan menyisihkan uang gaji tiap bulan untuk orangruanya.
h. Kegiatan saling pijat bersama minimal 4kali dalam seminggu menjelang tidur.
i. Mendorong suami untuk semangat berangkat kajian tiap weekend
j. Reminder suami tiap waktu solat supaya mengusahakan jamaah dan sholat tiap waktu
h. Beberes rumah minimal nyapu setiap hari,ngepel 2 hari sekali dan mencuci bersama suami 2 hari sekali.
j. Mengatur keuangan rumah tangga dengan menabung setiap nafkah dari suami.

3. Sebagai Ibu
a. Menyayangi buah hati spenuh hari, jadi meskipun kerja tetap hadir dan memenuhi.quality time di setiap malam pertemuan setelah pulang kerja.
b. Setiap hari meski siangnya dititip bersama kakek neneknya, malamnya tetap diajak pulang dan tidur bersama, itu dalam rangka quality time bersaka ayah ibunya. memenuhi kebahagiaannya
c. Menyiapkan bekal makannya setiap hari
d. Bekerja sama dengan suami mencuci dan sterilisasi botol tiap hari
e. Kegiatan membaca buku bersama setiap hari pulang kerja dan kegiatan cuddling bersama
f. Gadgetlessss selama quality time dengan anak dan suami. Itu kami terapkan bersama. Terutama weekend.
g. Olaharaga dan Jalan bersama tiap weekend
h. Selalu belajar mengutarakan perasaan kepada anak dengan selalu memeluk dan bilang sayang, menanmkam nilai kejujuran kepada anak dan diajarkan tidak pernah menyalahkan orang lain
I. Menyiapkan kegiatan stimulasi bersama untuk tumbuh kembang bersama ayah juga tentunya dan evaluasi tiap bulan sekali.untuk checklist tumbuh kembang anak. Kegiatan kecil dan permainan kecil untuk bermain bersama mbahnya. Dan kegiatan besar yang dilakukan selama weekend
j. Menyiapkan rencana liburan bersama minimal 2-3 bulan sekali, short escape ke tempat rekreasi yang luas(outdoor) sehingga anak toddler bisa explore kinestetiknya.
k. Belajar mendengar setiap tangisan, amarah dan keluh kesah anak dan selalu bersabar.
l. Kegiatan masak dan bikin kue bersama setiap weekend
m. Sebenarnya masih banyaaak.. next time mudah mudahan bisa jelaskan program keluarga kami lebih banyak.

Tugas IIP #NHW1

1. Sebenarnya banyaaak yang saya ingin pelajari dlm hidup ini. Tapi ditanya satu, saat ini saya ingin belajar tentang Business, financial planning dan investasi based on syariah islam.

2. Saya adalah orang yang paling males dan tipe pemikir pendek untuk masalah keuangan. Padahal saya orgnya marketing banget dan getol jualan. Sementara seorang pebisnis itu harus kuat itung-itungan keuangan krn berkaitan dg rencana develop bisnisnya kedepan, berkaitan dengan saving dan alokasi investasi. Sementara, itung itungan sayapun masih lemah dan selalu males mikir karena njelimet. Jadi buat saya, uncomfort zone saya adalah belajar financial planning demi mensukseskan bisnis yang sedang saya bangun. Alasan terkuat adalah saya ingin menjadi Ibu rumah tangga yang cerdas dan cermat mengelola keuangan keluarga, serta mampu mengelompokkan prioritas keuangan. Dari ilmu ini pula saya bisa mewujudkan cita2 saya untuk develop dan improve bisnis saya. Cita cita tertinggi saya, jadi Ibu rumah tangga dan bisa berbisnis ria =)

3. Dari segi finansial planning dan investasi Strateginya jangka pendek tapi kontinunya adalah follow dan mulai belajar dari akun keuangan salah satunya jouska ID dan ikut seminarnya. Jangka menengahnya mengikuti salah satu financial training yang Jouska berikan dan bisa mulai memetakan investasi. Dan tidak lupaaa.. merealisasikannya dalam bentuk nyata. Karena ilmu tanpa aplikasi, nonsense.
Saya sudh merencanakan untuk mulai nabung emas, dan melepaskan smua jeratan riba.. Ya Allah smoga dg segala usaha ini, harta saya sedikit demi sedikit bisa bersih dari riba. Dan jangka panjangnya, mudah2an saya bisa investasi tanah dan bisa punya wakaf tanah untuk pesantren dan madrasah bagi anak2 hafiz quran.

Dari segi bisnis sudah memulai untuk menjadi distributor salah satu gendongan ergonomis. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa menambah unit jualan saya atau bisa punya unit usaha dengan brand sendiri. Dan bisa resign kerjaa pada akhirnyaa.. =D aamiinn

4. Belajar mengosongkan gelas dan mau belajar dari banyak sumber ilmu. Tidak lupa ambil kebaikannya, diminished kekurangannya. Luruskan niat lillahi ta'ala dan pertajam tujuan belajarnya. Berusaha mengurangi nyinyir dan selalu berpositive thinking dari narasumber ilmu, lagi2 liat apa isinya bukan siapa yang menyampaikan. Mengurangi bias dan negative thinking hanya karena orang tersebut tidak disuka.
Oia..kadang2 berfikir dalah suatu grup komunitas belajar, seringkali merasa sedikit diabaikan, atau kalau nanya ga dijawab. Tapi ternyata mgkn saya hanya berharap menadahkan tangan trs untuk dapat info.. pdahal dengan kita belajar 'lebih dulu untuk berbagi', kita justru akan diterima dan lebih diperhatikan. Belajar take and givee, sist =)

Tugas IIP #TRIALNHW

Buatku itu penting untuk selalu keluar dari zona nyaman. Santai perlu, istirahat lumrah, tapi terlalu santai buatku mematikan. Apalagi sedari kecil Bapak mendidikku untuk ga pernah mudah mendapatkan apa yang aku inginkan. Suatu hari aku ketemu salah seorg teman, dia bilang..”How can you keep cheerful and happy, ya? Padahal jelas kalau org tau rutinitas harianmu, pasti mereka padamelongo” .  Aku cuman tertawa dan bilang, “karena aku punya tujuan. Aku ga peduli lelah fisik, yang penting selalu ada tempat buat hatiku kembali pulang. My familia. My husband. My parents, My boys. My support system”. Dulu aku pikir, rumah di bekasi udah jauh. Sekarang nikah pindah rumah lebih jauh lagi buat sampe tempat kerja kayak rempeyek pasti... Hehe.. akhirnya terlewat juga. Pas udah nikah, mbayangin gimana kalo punya anak, mesti steril botol, mesti ini, mesti itu, rumah jauh.. Eike mau berangkat dari rumah jam berapa cyin?

Tapi semua itu hanyalah ketakutan. Sekali lagi hari ini aku berdiri didepan layar hape. Ngetik tugas pertama IIP, dengan anak berumur 18 bulan yang sehat dan happy kayak gasing, orgtua yang supportive, husband yang meski kadar romantisme tipis tapi paling setia dan supportive bangeeet. Mau bantu istrinya ini itu dirumah. Masih ga bersyukur?
Nah, sudah saatnya masuk ke zona ga nyaman selanjutnya..Balancing hidup saat ini sambil self enrichment. InsyaAllah dengan ridho Allah dan my superheroess (Ayahnya azlan dan azlan) kita melajuuu IIP Batch 6. Yeiii.. Meski aku tau ini tak akan mudah. Okei, jam tidur ngana akan dikurangi lagi. Tapi tak apa, lelah fisik hanya ilusi selama rumah selalu terang benderang dengan semangat Ibu pembelajar. Ye kan ye kan  Bismillah. Allahuakbar. #miip6 #iipbekasi