Sisipan Hati

Senin, 01 November 2010

RAHASIA KEBESARAN ALLAH DALAM QS MARYAM 23-27 TENTANG KURMA (Phoenix dactylifera L.) SEBAGAI ASUPAN NUTRISI PADA WANITA PASCA MELAHIRKAN

This is the first step of mine in writing LKTIA..and the result is amazing..:)It was really more difficult than PKM..:)
Thx for my partner (again) Endah dan Yoshii..


yummy and berkah..:)
“Sesungguhnya kami benar-benar Telah mencurahkan air (dari langit), Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, Lalu kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, Anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan kurma,..“ (QS Abasa 25-29). Allah telah menurunkan berbagai macam rizki dan nikmatNya ke dunia semata-mata demi kemaslahatan umat manusia. Tujuan penciptaan manusia adalah sebaik-baiknya sebagai khalifah di muka bumi, dengan demikian manusia yang diberi kelebihan berupa akal dan pikiran. Hal tersebut hendaknya menjadikan manusia memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. Salah satu rizki yang Allah turunkan yaitu buah kurma. Kurma merupakan jenis buah dengan kandungan karbohidrat tertinggi diantara jenis buah lain, yaitu mencapai 70%.
Firman Allah dalam QS Maryam 23-27 menunjukkan perjuangan Maryam untuk melahirkan Nabi Isa AS. Allah memerintahkan Maryam untuk mengonsumsi buah kurma sebagai pengganti energi yang hilang selama proses melahirkan. Perjuangan yang dilakukan Maryam lalu dibuktikan dengan fakta-fakta tentang kandungan buah kurma dan penjelasan tentang proses metabolismenya dalam tubuh manusia sehingga bisa menghasilkan energi.
Hasil analisis proksimat kurma menunjukan adanya gula yang mudah dicerna sebanyak 70%, umumnya glukosa sukrosa dan fruktosa, serat makanan, kandungan protein dan lemak yang rendah. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin seperti riboflavin, tiamin, biotin, folat dan asam askorbat yang penting bagi tubuh. Kandungan gula yang tinggi pada kurma menjadikannya dapat dikonsumsi sebagai sumber energi utama. Gula pada kurma akan mengalami berbagai tahapan reaksi dalam sistem pencernaan dan reaksi oksidasi di dalam sel untuk menghasilkan energi.
Proses persalinan membutuhkan energi yang lebih banyak dibandingkan dengan energi yang diperlukan wanita normal. Energi ini digunakan untuk kegiatan otot tubuh yang meningkat. Kebutuhan akan energi akan memicu peningkatan aktivitas metabolisme tubuh. Peningkatan metabolisme pada wanita melahirkan juga dapat disebabkan oleh kecemasan yang dialami. Gerakan lambung dan penyerapan makanan akan berkurang sangat banyak selama persalinan, oleh karena itu dibutuhkan suatu bahan makanan yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
Kurma mengandung fruktosa, glukosa dan sukrosa. Fruktosa dan glukosa merupakan golongan gula monosakarida, sedangkan sukrosa termasuk gula disakarida. Keduanya adalah jenis gula yang mampu dihidrolisis oleh air dan enzim pada peristiwa glikolisis, siklus Krebs dan Transpor elektron, sehingga energi yang didapatkan mampu terdistribusi dengan cepat ke seluruh sel-sel tubuh. Menurut Dr. David Conning (Direktur Jendral British Nutrition Foundation), kecepatan distribusi gula kurma sekitar 45-60 menit. Hal tersebut jauh berbeda jika dibandingan dengan gaya absorbsi pati pada nasi yang memerlukan waktu berjam-jam. Ini membuktikan bahwa kurma adalah buah yang paling tepat digunakan untuk pengganti energi untuk wanita pasca melahirkan, seperti yang dijelaskan Allah pada firmanNya.
Dalam penelitiannya, Oktavianti (2007) menyatakan bahwa kandungan gula (monosakarida) dalam 1 buah kurma (24 gram) adalah sebesar 15,8 gram. Dalam 1 gram karbohidrat menghasilkan energi 4,1 kkal. Jadi energi yang cepat tersedia dengan mengkonsumsi satu buah kurma adalah sebesar 64,78 kkal. Wanita pasca melahirkan membutuhkan energi tambahan sebesar 700 kkal/hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan hanya dengan mengonsumsi 11 buah kurma per hari, kekurangan energi pasca melahirkan dapat tercupi dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar